Oleh: Fadhl Ihsan | September 21, 2010

Islamic Widget

Oleh: Fadhl Ihsan | Juli 9, 2010

Islamic Calendar

Oleh: Fadhl Ihsan | Maret 23, 2010

Ayo Kunjungi Blog Baru Saya !!!

Alhamdulillah, meskipun artikel dalam blog ini sudah tidak saya perbarui namun ternyata teman-teman masih saja berkunjung kemari.

Kepada teman-teman semua silakan berkunjung ke blog saya yang terbaru di www.fadhlihsan.wordpress.com. Insya Allah akan banyak dan beragam artikel menarik seputar permasalahan agama saya posting di situ.

Saya tunggu kunjungan teman-teman di blog saya yang baru, CATATAN FADHL. Jazakumullahu khairan katsiran.

Oleh: Fadhl Ihsan | Januari 22, 2010

Kehebatan Bulu Burung Hantu

Para insinyur penerbangan melihat burung hantu nocturnal dengan perasaan iri. Mereka berpikir mengapa burung itu bisa terbang tanpa suara? Situs web National Geographic mengatakan, tidak ada burung jenis lain yang terbang sesenyap itu. Apa sebenarnya rahasia di balik itu?

Padahal angin yang menerpa bulu kebanyakan burung menimbulkan turbulensi yang sangat berisik. Tidak demikian halnya dengan burung hantu.

Bulu pada sisi belakang sayapnya memiliki jumbai yang mampu membuyarkan gelombang suara yang timbul sewaktu angin mengalir di atas sayap pada saat ia mengepakkan sayapnya kebawah. Bulu-bulu kapas di bagian lain tubuhnya turut meredam suara yang tersisa.

Para perancang pesawat ingin mempelajari rahasia di balik kesanggupan burung hantu untuk terbang nyaris tanpa suara. Dengan adanya pesawat-pesawat yang lebih senyap, maka bandara-bandara yang memiliki peraturan ambang kebisingan yang ketat bisa mengizinkan penerbangan dan pendaratan pada tengah malam hingga dini hari.

Beberapa upaya perbaikan terhadap sistem kesenyapan pada pesawat terus dilakukan. “Kami baru mulai melakukannya,” kata Geoffrey Lilley, professor emeritus bidang aeronautika di University of Southampton Inggris.

Ia menambahkan, masih dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk merancang pesawat sesenyap itu.

Apakah bulu peredam suara pada sisi belakang sayap burung hantu itu terjadi secara kebetulan? Tentu saja tidak. Semuanya sudah dirancang oleh Sang Pencipta.

Sumber: Koran Suara Merdeka edisi: Jum’at, 22 Januari 2010.

Nah, sekarang coba lihat peredaran matahari pada garis edarnya dalam jangka waktu satu tahun. Setiap hari matahari itu terbit dan terbenam mengikuti peredaran yang telah ditetapkan oleh penciptanya, tidak akan lebih cepat dan tidak akan lebih lambat. Kalaulah bukan karena terbit dan terbenamnya matahari tentu kita tidak bisa mengenal siang dan malam. Dan kita tidak akan dapat mengetahui waktu. Kegelapan akan menyelimuti bumi atau cahaya mentari akan selalu menyinarinya sehingga tidak dapat lagi dibedakan kapan waktu mencari kehidupan dan kapan waktu istirahat.

Coba perhatikan bagaimana Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui menetapkan perjalanan timur dan barat yang jauh itu. Perjalanan pertama mendaki hingga sampai ke puncaknya, perjalanan kedua menurun hingga sampai ke dasarnya. Matahari dan bulan bergerak perlahan berpindah dari satu posisi ke posisi yang lain hingga sampai pada tujuannya.

Dari perjalanan yang telah ditetapkan oleh kudrat Ar-Rabb Yang Maha Kuasa itu terjadilah empat musim yang berbeda. Yakni musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim semi. Jika perjalanan matahari condong menurun dari garis tengah langit maka udara akan dingin pertanda datangnya musim dingin. Jika perjalanan matahari tepat di garis tengah pertanda musim panas. Jika posisi perjalanan matahari di antara keduanya maka udara akan normal. Manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan memperoleh keuntungan dari keempat musim tersebut. Dan perbedaan musim itu pula yang menyebabkan perbedaan jenis makanan, kondisi tumbuh-tumbuhan, warnanya, kebutuhan hewan dan bahan pangan serta yang lainnya.

Sekarang coba lihat hikmah di balik keempat musim tersebut. Sekiranya Allah hanya memberi satu musim saja tentunya manfaat dari ketiga musim lainnya akan terluput. Sekiranya yang ada hanya musim panas saja tentu manfaat musim dingin akan terluput. Demikian pula sebaliknya, jika yang ada hanya musim dingin saja tentu manfaat musim panas akan terluput. Demikian pula bila yang ada hanya musim gugur saja atau musim semi saja.

Pada musim dingin, panas akan terkonsentrasi ke dalam rongga atau perut bumi dan gunung sehingga menumbuhkan benih-benih buah dan tumbuhan. Sementara permukaan bumi akan diselimuti hawa dingin. Udara akan longgar sehingga menghasilkan awan, hujan, salju dan es yang merupakan salah satu unsur kehidupan bumi dan penduduknya, tubuh hewan akan bertambah kuat dan kokoh melebihi kekuatan alami yang telah dimiliki sebelumnya. Kotoran pada tubuh sisa-sisa musim panas akan terhapus dengannya.

Pada musim semi, sirkulasi alam akan bergerak. Benih-benih yang tumbuh pada musim dingin sekarang mulai bertunas dan berbunga. Pepohonan mulai menghijau. Hewan-hewan bergerak untuk menghasilkan keturunan. Pada musim panas suhu akan meningkat dan akan sangat panas. Buah-buahan akan matang. Kotoran-kotoran sisa musim dingin akan terhapus dari badan. Hawa dingin akan terkonsentrasi ke perut bumi. Oleh sebab itulah mata air dan sumur menjadi dingin airnya. Lambung tidak kesukaran melumat makanan yang keras seperti halnya pada waktu musim dingin. Sebab lambung dibantu dengan suhu panas pada musim panas yang terpusat ke perut. Ketika datang musim panas suhu akan memancar dari permukaan kulit secara otomatis suhu dingin akan menghilang.

Apabila datang musim gugur, suhu akan kembali normal, udara akan menjadi jernih dan lambat laun akan menjadi dingin. Semua itu agar tidak terjadi perubahan secara drastis dari panas yang bersangatan menjadi dingin yang bersangatan. Jika demikian tentu akan sangat menyusahkan dan sangat merugikan. Jika perubahan itu terjadi secara perlahan dan teratur tentu tidak akan menyulitkan. Sebab manusia dan hewan dapat mempersiapkan dirinya untuk menyambut suhu yang lebih bersengatan. Sehingga ia dapat menyambut gelombang udara dingin setelah melakukan persiapan. Itu jelas merupakan hikmah yang amat agung dan tanda kekuasaan ilahi yang sangat besar.

Demikian pula musim semi, merupakan perantara dari musim dingin kepada musim panas. Makhluk-makhluk bisa menyesuaikan diri berpindah dari udara dingin kepada udara panas dengan perlahan dan teratur.

Kemudian coba perhatikan terbitnya matahari menyinari alam semesta ini. Coba perhatikan bagaimana Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui menetapkannya! Karena sekiranya matahari itu muncul di satu tempat di atas langit lalu berhenti di situ dan tidak bergeming dari tempatnya tentu saja sinarnya tidak akan sampai ke seluruh belahan bumi. Tentu hanya satu belahan bumi yang tersinari oleh sinarnya. Sudah pasti bagi belahan bumi yang tidak kebagian sinar matahari akan diselimuti kegelapan malam terus menerus. Sementara belahan bumi yang kebagian sinar akan diterangi siang terus menerus. Tentu semuanya akan kacau balau.

Maka merupakan hikmah ilahi dan inayah rabbani adalah menetapkan tempat terbitnya pada pagi hari dari arah timur sinarnya akan menerangi sampai ke ufuk barat. Demikianlah matahari terus bergerak hingga berakhir di ufuk barat. Dan akan menyinari belahan bumi yang tidak tersinari olehnya pada pagi hari. Maka terjadilah perbedaan siang dan malam antara orang yang di timur dan di barat. Dengan demikian maslahat mereka bisa terpenuhi.

Kemudian coba perhatikan posisi matahari dengan bulan. Allah telah memberi cahaya pada bulan dan sinar pada matahari. Coba perhatikan bagaimana Allah menciptakan gugusan-gugusan bintang dan garis edar yang akan dilalui oleh keduanya fase demi fase. Dengan begitu terjadilah perputaran waktu dalam setahun dan sempurnalah perhitungan waktu di bumi ini yang sangat dibutuhkan umat manusia demi maslahat mereka. Dengan waktu itu dapat diketahaui perhitungan jam kerja dan tenggang waktu bagi proses utang piutang, sewa menyewa, mu’amalah, bilangan dan berbagai macam maslahat lainnya. Sekiranya matahari dan bulan tidak beredar pada garis edarnya dan tidak berpindah dari satu fase ke fase yang lainnya tentu manusia tidak akan mengenal waktu. Allah telah mengingatkan hal tersebut pada sejumlah ayat di dalam Al Qur’an, di antaranya adalah firman Allah:
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manjilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Yunus: 5)

Dalam ayat lain Allah berfirman:
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Rabbmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan.” (Al Isra’: 12)

Sumber: Majalah Asy Syariah, no. 03/I/Ramadhan 1424 H/Oktober-November 2003, hal. 89-93.

Coba perhatikan cahaya rembulan di kegelapan malam dan cobalah renungi hikmah yang tersembunyi di balik itu. Merupakan hikmah ilahi adalah Allah menciptakan kegelapan sebagai waktu untuk beristiharat bagi makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan. Dengan kegelapan itu panas matahari dapat dinetralisir, sehingga tumbuh-tumbuhan dan makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang. Baca Lanjutannya…

Oleh: Fadhl Ihsan | Januari 7, 2010

Kehebatan dan Keagungan Penciptaan Langit

Sesungguhnya salah satu bukti keagungan Allah di alam semesta ini adalah penciptaan langit. Coba perhatikan langit yang tinggi, luas dan bundar ini. Dan coba perhatikan juga keagungan penciptaannya, keelokan bentuknya dan keajaiban matahari, bulan dan bintang. Coba lihat keindahan bentuk dan keterpautan antara timur dan baratnya. Tidak ada satupun benda yang terlepas dari hikmah dan kebijaksanaan Allah. Bahkan langit merupakan makhluk yang paling hebat penciptaannya, paling rapi dan paling universal daripada tubuh manusia. Tidak akan bisa dibandingkan antara seluruh yang ada di atas muka bumi dengan keajaiban langit. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya.” (An-Nazi’at: 27-28)

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Al-Baqarah: 164)

Allah terlebih dahulu menyebutkan penciptaan langit sebelum menyebutkan yang lain. Dalam ayat lain Allah berfirman:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Ali Imran: 190)

Ayat seperti ini banyak diulang di dalam Al Qur’an. Bumi, lautan dan udara serta semua yang ada di bawah naungan langit jika dibandingkan dengan luasnya langit seperti setetes air di lautan samudra luas. Oleh sebab itulah Allah seringkali menyebutkan penciptaan langit dalam Al Qur’an. Kadangkala untuk menceritakan keagungan dan keluasannya, kadangkala untuk bersumpah dengannya, kadangkala untuk mengajak manusia agar memperhatikan kebesarannya, kadangkala dijadikan sebagai bukti bagi manusia akan kemahabesaran yang telah menciptakan dan meninggikannya. Kadangkala dijadikan sebagai bukti adanya hari berbangkit dan hari Kiamat. Kadangkala dijadikan sebagai bukti rububiyah Allah dan kemahaesaan-Nya, bahwasanya Dia-lah Allah yang tiada ilah yang berhak disembah selain Dia. Kadangkala keindahan langit, ketinggiannya, keluasannya dan tidak ada celah padanya dijadikan sebagai bukti kesempurnaan hikmah dan kudrat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikian pula halnya dengan benda-benda yang ada di langit seperti bintang-bintang, matahari, bulan dan keajaiban-keajaiban lainnya yang tidak mampu ditembus oleh akal manusia. Sering kali Allah bersumpah dengan langit di dalam Al Qur’an. Misalnya dalam firman Allah: “Demi langit yang mempunyai gugusan bintang.” (Al-Buruj: 1)

Dan firman Allah:
“Demi langit dan yang datang pada malam hari.” (Ath-Thariq: 1)

Dan firman Allah:
“Dan demi langit serta pembinaannya.” (Asy-Syams: 5)

Dan firman Allah:
“Demi langit yang mengandung hujan.” (Ath-Thariq: 11)

Allah Subhanahu wa Ta’ala paling sering bersumpah dengan langit, bintang, matahari dan bulan daripada bersumpah dengan makhluk-makhluk lainnya. Dan Allah bersumpah dengan apa saja yang Dia kehendaki dari makhluk-makhluk-Nya. Karena tanda-tanda kebesaran dan keajaiban yang menjadi bukti keesaan-Nya. Oleh sebab itu semakin besar tanda kekuasaan itu dan semakin dalam kandungan maknanya maka Allah semakin sering bersumpah dengannya daripada dengan yang lain. Oleh sebab itu Allah sering bersumpah dengan langit, misalnya dalam firman Allah:
“Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.” (Al-Waqi’ah: 75-76)

Pendapat ahli tafsir yang paling benar menyebutkan bahwa Allah bersumpah dengan tempat-tempat beredarnya bintang-bintang itu di langit. Allah bersumpah dengan makhluk-makhluk yang dikehendaki-Nya yang menjadi bukti atas rububiyah dan keesaan-Nya.

Allah telah memuji orang-orang yang merenungi penciptaan langit dan bumi serta mencela orang-orang yang berpaling darinya. Allah berfirman:
“Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.” (Al-Anbiya’: 32)

Coba perhatikan penciptaan atap yang sangat besar ini, yang sangat kuat, sangat keras dan sangat kokoh, diciptakan dari asap yang merupakan uap air. Allah berfirman: “Dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh.” (An-Naba’: 12)

Dalam ayat lain Allah berfirman:
“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya.” (An-Nazi’at: 27-28)

Dan dalam ayat lainnya Allah berfirman:
“Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara.” (Al-Anbiya’: 32)

Coba perhatikan bangunan langit yang teramat besar dan luas ini, Allah telah meninggikan bangunannya dan menghiasinya dengan berbagai perhiasan yang indah. Dan Allah menebarkan keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran-Nya. Coba lihat bagaimana Allah memulai penciptaannya dari uap yang terangkat dari air lalu menjadi asap!

Maha suci Allah yang mencipta makhluk dan menetapkan kadarnya Yang berada di atas Arsy, Yang Maha Esa lagi Maha Tunggal

Coba pandang sekali lagi di langit di atasmu dan lihatlah bintang-bintang yang ada di sana, peredarannya, tempat terbit dan tempat tenggelamnya. Coba lihat matahari dan bulan serta perbedaan tempat terbit dan tenggelamnya di barat dan di timur, dan lihatlah peredarannya yang merambat perlahan namun terus menerus beredar tanpa henti dan tanpa berubah jalur, bahkan keduanya tetap pada garis edarnya!

Allah telah menetapkan bilangan tertentu bagi peredaran matahari dan bulan yang tidak akan bertambah ataupun berkurang sedikitpun sampai akhirnya nanti akan dilipat oleh penciptanya. Kemudian coba lihat berulang kali, engkau pasti melihat agungnya tanda-tanda kebesaran Allah itu, lihatlah ketinggian, keluasan dan kekokohannya. Ia tidak menjalar ke atas seperti api dan tidak jatuh ke bawah seperti benda-benda berat, tidak ada tiang yang menyangganya dan tidak ada tali yang menggantungnya, ia tetap tegak dengan qudrat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menegakkan langit dan bumi hingga tidak runtuh.

Kemudian coba lihat kerataan dan keseimbangannya, tidak ada retak, tidak ada belah, tidak ada pecah, tidak ada kebengkokan dan kemiringannya. Lalu coba perhatikan warna yang diberikan untuknya, warna yang paling bagus dan paling enak dipandang bahkan dapat menguatkan mata. Sebab bila seseorang terganggu alat penglihatannya ia dianjurkan agar sering-sering melihat warna hijau dan warna-warna yang cenderung gelap. Ahli dokter mengatakan bahwa barangsiapa yang melemah penglihatannya maka obatnya adalah sering-sering melihat bejana hijau yang berisi air. Coba perhatikan bagaimana Allah menciptakan langit dengan warna tersebut agar pandangan mata akan terpana menatapnya dan tidak merasa letih karena lama memandanginya. Ini adalah beberapa faedah dari warnanya dan hikmah di balik penciptaannya tentu lebih banyak lagi.

Sumber: Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan Al-Imam Ibnul Qayyim, oleh Abul Mundzir Khalil bin Ibrahim Amin, penerbit: Darul Haq cet. 1, hal. 83-88.

Kemudian coba perhatikan kemahabijaksanaan Allah menciptakan ingatan dan kelupaan yang khusus diberikan bagi manusia. Banyak sekali hikmah yang tersembunyi di balik itu disamping banyak sekali maslahatnya bagi umat manusia. Sebab, kalaulah bukan karena kekuatan ingatan dan daya hafal yang khusus diberikan kepada manusia niscaya semua urusan mereka akan kacau balau. Ia tidak akan tahu hak dan kewajibannya. Ia tidak akan tahu apa saja yang ia terima dan apa saja yang ia beri. Ia tidak akan tahu apa yang ia dengar dan apa yang ia lihat. Ia tidak akan tahu apa yang ia katakan dan tidak akan tahu apa yang dikatakan kepadanya. Ia tidak akan mengingat orang yang telah berbuat baik kepadanya. Dan tidak pula mengingat orang yang telah berbuat jahat kepadanya. Baca Lanjutannya…

Oleh: Fadhl Ihsan | Januari 7, 2010

Hikmah Penciptaan Keberagaman Bentuk Manusia

Coba perhatikan umat manusia yang banyak sekali jumlahnya dan perbedaan bentuk dan rupa yang terdapat di antara mereka. Jarang sekali engkau temui dua orang yang sama persis dalam setiap detailnya. Perkara itu sangat langka ditemui di dunia ini, berbeda halnya dengan hewan, seperti burung unta, binatang liar, burung dan hampir seluruh hewan melata. Baca Lanjutannya…

Kemudian coba perhatikan hikmah penciptaan anggota tubuhmu. Ada yang berpasangan, ada yang hanya satu, ada yang berjumlah dua, ada yang berjumlah tiga pasang dan ada yang empat pasang. Coba perhatikan hikmah yang tersembunyi di balik itu. Kepala, lisan, hidung dan zakar hanya diberikan satu buah saja. Sebab tidak ada gunanya diberikan lebih dari satu. Bayangkan saja bila misalnya ditambahkan satu kepala lagi tentu akan memberatkan tubuh tanpa ada fungsinya. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.