Oleh: Fadhl Ihsan | November 30, 2009

Flu Babi adalah Salah Satu Alasan Mengapa Allah Mengharamkan Makan Babi

Babi adalah salah satu di antara
makanan-makanan yang Allah
haramkan dalam Al Qur ’an.
Seorang Muslim sejati akan
menunjukkan keteguhan dalam
menaati perintah dan larangan
Allah sekalipun ia tidak
mengetahui hikmah di balik itu.
Namun jika Allah
menghendakinya, Dia juga dapat
memperlihatkan kepada kita
hikmah di balik sesuatu yang
telah Dia haramkan. Peningkatan
cepat baru-baru ini pada kasus
flu babi, sebuah penyakit
mematikan, adalah satu di antara
alasan mengapa memakan babi
adalah haram.
Flu babi adalah penyakit yang
disebabkan oleh virus “H1N1”
dan dapat ditularkan dari orang
ke orang melalui udara. Seperti
halnya virus flu pada manusia,
virus flu babi terus-menerus
berubah dalam tubuh babi.
Saluran pernapasan babi
memiliki penerima (reseptor)
yang peka terhadap virus-virus
seperti flu babi, flu manusia dan
flu burung. Karena alasan itu,
babi memperbesar kemungkinan
virus-virus baru muncul di saat
semua jenis virus itu tertularkan
secara bersamaan. Virus A/H1N1,
sebuah gabungan dari virus flu
manusia, babi dan burung, hanya
muncul pada penerima-penerima
(reseptor) yang terdapat dalam
saluran pernapasan babi;
dengan kata lain, babi berperan
sebagai sarang bagi virus-virus
untuk bergabung bersama
(berpadu). Karena manusia tidak
memiliki kekebalan alamiah
terhadap virus tersebut dan
karena penyebarannya sangatlah
cepat, Badan Kesehatan Dunia
(WHO) telah memperingatkan
bahwa penyakit tersebut bakal
menyebar di luar kendali sebagai
sebuah wabah.
Salah satu sisi paling
menakutkan dari penyakit
tersebut adalah kesamaannya
dengan “Flu Spanyol” yang
membawa kematian lebih dari
50 juta orang antara bulan
September 1918 dan Juni 1920.
Virus AH1N1 adalah penyebab
penyakit tersebut pada kedua
kasus itu. Flu Spanyol juga
awalnya ditularkan kepada
manusia dari babi-babi di
Amerika, dari situ flu tersebut
menyebar ke seluruh penjuru
dunia, menjadi salah satu wabah
terburuk dalam sejarah.
Karenanya, jika flu babi tidak bisa
dikendalikan, terdapat bahaya
bahwa flu babi akan menyebar
ke seluruh dunia.
Al Hadits Mengisyaratkan
Bahwa Babi Akan Dimusnahkan
di Zaman Akhir
Empat belas abad lalu, Nabi kita,
Muhammad SAW,
mengisyaratkan bahwa babi-
babi akan dimusnahkan di
Zaman Akhir:
Imam Mahdi (as) akan datang
sebagai hakim adil … ia akan
membunuh babi dan
membagikan harta benda, tapi
karena keberlimpahan mereka
tak seorang pun akan
menerimanya.
(Al-Qawl al-Mukhtasar fi Alamat
al-Mahdi al- Muntadhar, hal. 31)
Hadits ini menunjukkan bahwa
akan ada pembunuhan massal
babi-babi di masa Imam Mahdi
(as). Bahkan, negara-negara
mungkin harus menempuh jalan
pembunuhan massal babi-babi
demi mencegah penyebaran flu
babi jika hal itu menjadi wabah
yang mengancam seluruh dunia.
Mesir malahan sudah mulai
membunuh babi-babi dalam
rangka melindungi diri terhadap
penyakit itu. Hadits Nabi kita SAW
menyatakan bahwa adalah
penting untuk membunuh babi-
babi, sumber flu babi, sama
seperti pihak berwenang
mengeringkan rawa-rawa yang
menjadi tempat berkembang
biak nyamuk-nyamuk, yang juga
senantiasa menyebarkan
penyakit.
Sebagaimana telah disebutkan,
saluran pernapasan babi
memainkan peran utama dalam
kemunculan penyakit berbahaya
ini. Hal itu hanyalah satu di
antara sejumlah alasan di balik
pengharaman Allah memakan
babi. Ada banyak hikmah lain di
balik Allah mengharamkan
penggunaan babi. Sebagiannya
dapat disebutkan sebagai
berikut:
Babi mengandung belerang
dengan kadar tinggi
Karena babi mengandung
belerang dengan kadar tinggi,
ketika dimakan maka sejumlah
besar belerang diserap tubuh.
Jumlah yang berlebihan dapat
menyebabkan berbagai penyakit,
seperti infeksi persendian ketika
belerang menumpuk di dalam
tulang rawan, otot dan saraf;
pengapuran dan hernia. Ketika
babi dimakan secara teratur,
jaringan ikat lunak dari babi
menggantikan tulang rawan
keras di dalam tubuh. Akibatnya,
tulang rawan menjadi tidak
mampu menopang bobot badan,
yang pada akhirnya membawa
pada kelainan persendian.
Babi mengandung hormon
pertumbuhan dalam jumlah
berlebih
Hormon pertumbuhan dalam
kadar berlebihan yang tercerna
melalui daging babi
mengakibatkan pembengkakan
dan kelainan bentuk jaringan. Hal
itu dapat menimbulkan
penimbunan lemak secara tiba-
tiba dan berlebihan. Orang yang
memakan babi pada umumnya
memiliki bahaya lebih besar
mengidap kegemukan. Hal itu
berkemungkinan mendorong
pertumbuhan yang tidak wajar
pada tulang hidung, rahang,
tangan dan kaki. Hal paling
berbahaya mengenai hormon
pertumbuhan dalam jumlah
berlebih adalah bahwa hal ini
membuka jalan bagi munculnya
kanker.
Memakan daging babi
menyebabkan penyakit kulit
Zat yang dikenal sebagai
“ histamin” dan “imtidazol” pada
daging babi menyebabkan gatal
berlebihan. Zat-zat ini juga
membuka jalan bagi penyakit-
penyakit kulit menular seperti
eksem, dermatitis dan
neurodermatitis. Zat-zat ini juga
meningkatkan bahaya terjangkiti
bisul, radang usus buntu,
penyakit kantung empedu dan
infeksi pembuluh darah nadi.
Karenanya, para dokter
menyarankan penderita penyakit
jantung agar menghindari
makan babi.
Memakan babi menyebarkan
cacing trichina
Cacing-cacing trichina yang
dicerna melalui daging babi
memasuki peredaran darah
melalui lambung dan usus dan
menyebar ke seluruh tubuh.
Cacin trichina terutama
mendiami jaringan otot pada
daerah rahang, lidah, leher,
tenggorokan dan dada. Cacing
ini menyebabkan kelumpuhan
pada otot-otot gerak
mengunyah, berbicara dan
menelan. Hal ini juga
menimbulkan penyumbatan
pembuluh darah balik (vena),
meningitis dan infeksi otak.
Kasus-kasus parah bahkan dapat
berujung pada kematian. Sisi
paling berbahaya penyakit ini
adalah tidak adanya obat untuk
menyembuhkannya.
Berjangkitnya wabah cacing
trichina telah diamati dari waktu
ke waktu di Swedia, Inggris dan
Polandia, walaupun sudah
dilakukan pengawasan
kesehatan hewan.
Babi sangatlah berlemak dan
mengandung zat-zat beracun
Babi sangatlah berlemak. Ketika
dicerna, lemak tersebut
memasuki peredaran darah dan
menyebabkan pengerasan
pembuluh darah nadi,
meningkatkan tekanan darah
dan serangan jantung (coronary
infarct). Selain itu, babi
mengandung suatu racun yang
dinamakan “Sutoxin.” Kelenjar
getah bening dipaksa bekerja
lebih keras untuk mengeluarkan
racun ini dari tubuh. Hal ini
ditandai dengan
membengkaknya kelenjar getah
bening, khususnya pada anak-
anak. Jika penyakit ini berlanjut,
semua kelenjar getah bening
akan membengkak, suhu badan
naik dan rasa sakit mulai terjadi.
Ini hanyalah secuil bagian
hikmah di balik pengharaman
Allah memakan babi. Allah juga
menunjukkan kepada kita
hikmah pengharaman ini dengan
menciptakan flu babi di Zaman
Akhir. Bagi orang beriman yang
tulus, sekalipun tidak memahami
mengapa Allah mengharamkan
hal apa pun, kewajiban
utamanya adalah menjaga batas
yang telah ditetapkan-Nya.
Namun dengan adanya wabah
baru-baru ini Allah
memberitahukan kepada kaum
beriman satu bagian lagi dari
hikmah itu.
May 08, 2009


Responses

  1. bisa aza

    http://mobil88.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: