Oleh: Fadhl Ihsan | Desember 9, 2009

Hikmah Penciptaan Dua Tangan

Allah menciptakan sepasang tangan sebagai alat dan senjata bagi manusia. Dan sebagai modal baginya dalam kehidupan ini. Allah memanjangkan keduanya sehingga dapat meraih bagian tubuhnya yang manapun. Lalu Allah membuat lebar telapak tangan agar ia dapat menggenggam dan menghamparkan. Allah melengkapinya dengan lima jari. Masing-masing jari diberi tiga ruas, sedang jempol hanya dua ruas. Allah menempatkan jempol di satu sisi dan keempat jari lainnya di sisi lainnya agar jempol dapat meraih seluruh jari lainnya. Jari-jari tersebut ditempatkan pada tempat yang layak digunakan untuk memegang, menggenggam, menghamparkan dan melakukan pekerjaan-pekerjaan. Sikiranya seluruh umat manusia dahulu dan sekarang berkumpul untuk memikirkan penempatan jari jemari selain tempat yang telah ditetapkan Allah niscaya mereka tidak akan menemukan tempat lain yang lebih sesuai untuknya.

Maha suci Allah, sekiranya Dia berkehendak menjadikan semua jari itu sama rata tanpa ruas seperti pedang niscaya manusia tidak akan dapat melakukan berbagai aktifitas, pekerjaan, kerajinan tangan dan lain sebagainya. Diciptakannya ruas-ruas bagi jari membuat manusia dapat melakukan apa yang diinginkan. Jika ia genggam maka bisa sebagai alat cengkeram dan alat pukul. Jika ia hampar sedikit dan genggam sedikit maka bisa menjadi alat penampung dan penciduk untuk menerima dan memegang sesuatu yang diberikan kepadanya.

Kemudian Allah menghiasinya dengan kuku di ujung jari jemari, yang berfungsi sebagai hiasan, tiang penyangga dan pelindungnya. Dengan kuku tersebut ia dapat memungut benda-benda yang kecil yang tidak dapat dipungut oleh ruas jari. Dan kuku juga berfungsi sebagai senjata bagi hewan dan burung, sebagai alat untuk mengais rizki mereka. Manusia dapat menggaruk badannya dengan kuku bila dibutuhkan.

Kuku yang merupakan anggota tubuh yang kecil dan dipandang remeh, sekiranya tubuh manusia tidak dilengkapi dengannya kemudian ia butuh menggaruk badannya niscaya tidak ada anggota tubuh lainnya yang dapat menggantikan fungsi kuku dalam hal ini. Kemudian tangan menuntunnya ke tempat yang gatal hingga dapat dicapai oleh kuku, meskipun saat tidur atau tanpa disadari tanpa harus diminta. Sekiranya ia meminta bantuan kepada orang lain untuk menggaruknya niscaya tidak akan dapat dengan mudah mencapai tempat yang gatal, pasti ia kesulitan menemukan tempat yang gatal itu!

Kemudian coba perhatikan hikmah dimatikannya rasa dari kuku-kuku tersebut. Sebabnya kuku itu akan memanjang dan butuh dipotong atau dipendekkan. Sekiranya diberi rasa niscaya akan merasa sakit bila dipotong dan tentu sangat sulit memotongnya bila diperlukan. Sekiranya kuku diberi alat perasa tentunya manusia akan mengalami dua kesulitan. Pertama ia terpaksa memanjangkannya sehingga menjadi buruk dan berat baginya. Kedua ia harus memotongnya dengan merasakan sakit dan pedih luar biasa.

Kemudian coba perhatikan leher yang menjadi penyangga kepala. Terkomposisi dari tujuh tulang yang berongga dan bulat. Kemudian menyusunnya sedemikian rupa, masing-masing tulang disusun secara rapi dan kokoh, sehingga seolah menjadi satu kesatuan. Kemudian leher tersebut disambungkan ke punggung dan dada. Kemudian punggung disambung dari atas sampai ke bawah dengan tulang-tulang punggung sebanyak 24 tulang yang saling tersambung satu sama lain. Itulah pusat seluruh otot dan uratnya yang apabila tidak diikat dengannya niscaya otot dan urat tersebut pasti terurai dan tercerai berai. Kemudian tulang-tulang tersebut disambung satu dengan lainnya sehingga tulang punggung tersambung dengan tulang dada, tulang bahu bersambung dengan tulang lengan atas, tulang lengan atas bersambung dengan tulang lengan bawah (tulang hasta), tulang hasta bersambung dengan tulang pergelangan tangan dan tulang jari.

Sumber: Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan Al-Imam Ibnul Qayyim, oleh Abul Mundzir Khalil bin Ibrahim Amin, penerbit: Darul Haq cet. 1, hal. 34-36.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: