Oleh: Fadhl Ihsan | Desember 12, 2009

Tanda-tanda Kekuasaan Allah pada Penciptaan Alat Kelamin Manusia

Coba perhatikan bagaimana Allah menciptakan alat kelamin pria dan wanita yang sesuai dengan hikmah penciptaan-Nya. Allah menciptakan alat kelamin pria menonjol dan menjulur hingga dapat menyampaikan mani ke lubang rahim. Mirip seperti seseorang memberi suatu benda kepada yang lain. Ia pasti menjulurkan tangan kepadanya agar dapat menerima benda itu darinya. Kaum pria harus menumpahkan maninya ke dalam lubang rahim. Adapun wanita alat kelaminnya diciptakan laksana mangkuk yang berongga, karena wanita harus menerima mani lelaki dan menampung serta menyimpannya, maka kaum hawa diberikan alat kelamin yang sesuai untuk tugas itu.

Berhubung mani laki-laki harus mengalir dari bagian-bagian tubuh dalam bentuk cairan yang halus dan lemah yang tidak bakal mampu memproduksi keturunan dengan sendirinya, maka kaum lelaki dilengkapi dengan dua buah pelir dan kantung tempat memasaknya. Di situ mani akan dimasak hingga matang sehingga mampu mengawali proses penciptaan seorang anak manusia. Sementara kaum hawa tidak butuh hal itu, sebab kehalusan air maninya dan kelembutannya jika bertemu dengan kerasnya mani lelaki maka secara otomatis mani wanita akan menguat dan kokoh. Sekiranya kedua mani tersebut lembut dan lemah tentu tidak bisa mengawali proses penciptaan anak manusia.

Allah mengkhususkan kaum pria dengan alat untuk mematangkan dan memasak mani. Kaum lelaki suhu panasnya sangat panas sementara kaum wanita itu dingin. Sekiranya alat tersebut diberikan kepada kaum wanita tentu tidak akan mampu mematangkan mani lelaki dan memasaknya. Dan juga mani wanita tidak perlu keluar dari tempatnya. Namun dibiarkan di antara tulang dada sampai alat kemaluannya. Oleh karena wanita merupakan objek dalam aktifitas seksual maka mereka dilengkapi dengan alat seksual yang sesuai dengan posisinya. Sekiranya diberikan kepada mereka alat seksual pria tentu mereka tidak akan merasakan kelezatan dan kenikmatan. Niscaya alat tersebut tidak akan berfungsi dan tidak bermanfaat. Maka merupakan hikmah yang sangat dalam adalah masing-masing jenis diberi alat yang sesuai dengan posisinya.

Sumber: Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan Al-Imam Ibnul Qayyim, oleh Abul Mundzir Khalil bin Ibrahim Amin, penerbit: Darul Haq cet. 1, hal. 64-65.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: