Oleh: Fadhl Ihsan | Desember 14, 2009

Tanda Kekuasaan Allah Pada Penciptaan Struktur Tubuh Manusia

Nah sekarang lihatlah dirimu sendiri. Coba perhatikan hikmah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui pada penciptaan struktur tubuhmu. Silakan lihat panca inderamu lalu renungilah hikmah penempatan mata yang dengannya engkau dapat melihat banyak hal. Allah menempatkannya di kepala laksana lampu mercusuar di atas menara sehingga dengan begitu engkau dapat melihat banyak perkara. Allah tidak menempatkannya pada anggota tubuh lain, seperti tangan atau kaki misalnya. Sebab tentunya akan mudah mendapatkan gangguan ketika sedang beraktifitas atau bergerak. Dan Allah tidak menempatkannya pada bagian tengah tubuh, misalnya di perut atau punggung, sehingga akan menyulitkanmu untuk menoleh dan melihat. Berhubung tidak ada tempat di anggota tubuh ini yang layak menjadi tempat mata maka satu-satunya tempat yang paling cocok adalah kepala. Kepala adalah tempat yang paling layak untuk mata dan yang paling indah. Kepala merupakan tempat bersemayamnya alat panca indera.

Kemudian coba perhatikan hikmah diciptakannya lima alat panca indera untuk menyeimbangi lima macam indera. Masing-masing indera difungsikan dengan alat khusus sehingga tidak satupun indera yang tidak dijangkau oleh alat khusus tersebut. Alat penglihatan diciptakan untuk melihat, alat pendengaran disediakan untuk mendengar suara-suara, alat penciuman dan perasa diciptakan untuk mencium berbagai macam aroma dan mencicipi aneka macam rasa. Alat peraba diciptakan untuk meraba benda-benda. Setiap indera telah disediakan alat khusus untuknya, sekiranya ada indera keenam selain yang di atas tadi niscaya Allah akan memberikan alat indera keenam untuk manusia. Berhubung selain itu dapat ditangkap dengan batin maka Allah memberikan alat indera batin.

Itulah lima alat pengindera yang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan ‘lima untuk enam’ yakni lima alat panca indera dan enam arah (depan, belakang, atas, bawah, kanan dan kiri). Maksudnya adalah alat panca indera itu membawa hati ke seluruh penjuru dan arah. Sehingga kelima alat panca inderanya itu dapat menjangkau ke enam arah tersebut berkat ketajaman pikirannya.

Sumber: Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan Al-Imam Ibnul Qayyim, oleh Abul Mundzir Khalil bin Ibrahim Amin, penerbit: Darul Haq cet. 1, hal. 70-71.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: